Mungkin kita tak saling tahu, saling memendam cinta di hati kita masing-masing....
Kau mengatakan kau tak mencintaiku, dan aku memafhumkan perasaanmu itu...
Lalu aku hanya memendam dalam semua laku perhatianku, kau pun entah akan ku sebut apa perhatianmu....
Mungkin hanya ini cara kita menunggu takdir bekerja.
Namun bagaimana nanti, bila kita hanya terpaku pada takdir tapi lupa berjalan untuk saling menuju...
Kita mengira takdir akan membawa kita sebagaimana yang tertuliskan, kita tak tahu, takdir bergerak sebagaimana pilihan kita.
Bagaimana nanti, bila doa-doa telah kita langitkan di sepanjang saling perhatian kita....
Tetapi tahu-tahu kaki kita selangkahpun tak pernah bergeming di titik yang sama....
Ini, terlagi karena kita mengira takdir berjalan hanya dengan satu kaki, sedang melupakan ikhitiar tinggal terpasung dalam ragu-ragu....
Entah aku, entah kamu....
Lalu bagaimana jika nyatanya, bahkan kita tak sedang ‘saling’....
Sebagaimana yang kutahu bahwa hanya aku yang mencintaimu....
Bagaimana akan kuterjemahkan semua perputaran waktu...?
Akan ku bawa kemana hatiku, bila lagi aku berjalan padamu tapi ‘lagi’ kau berlari menjauhiku....
Maka demi tak kehilanganmu, ku pilih berdiam dalam cintaku yang memerhatikanmu penuh.....
Dan pun ku hanya bisa melihat takdir be-KUN pada cintaku....
Entah kau pun menunggu atau tidak, nanti bila cinta itu pun ada padamu pastikan segera melangkah padaku....
Jika tidak tetaplah di sana, agar kupastikan bahagiamu di tempatku berdiri.
***
Pastikan cinta itu bukan kisahmu. Sebab akan lebih sakit, dari sekedar cinta menepuk angin :'(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar