Rinduku Seperti Rindumu

Entah darimana aku harus memulai kata...
Rasa di bathin ini tak mampu teruraikan...
Mungkin hanya disini ku bisa sampaikan...
Lewat tulisan ini...
Betapa ku rindu padamu, seperti yang engkau rasakan..
Jujur saja aku juga ingin disampingmu...
Tapi aku tak kuasa...
Aku tak ingin merusak suasana yang telah kau ciptakan bersamanya...
Dan juga aku sadari, bahwa kehadiran ku disana tak harapkan...
Mereka tak menyukai aku ada disana...
Aku tau itu...

Antara kita sungguh banyak perbedaan...
Banyak yang jadi penghalang...
Mungkin kita memamng tak ditakdirkan bersama...
Biarkan aku menikmati semua ini...
Merasakan sakit perih bathin ini...
Dan mencintaimu seperti ini...

''KAU ABADI DI HATI INI''

Memang tak indah akhir kisah kita...
Perpisahan, perih, luka, kecewa yang mengundang air mata....
Maafkan jika itu salahku...!
Mungkin itu takdir cinta antara kau dan aku....
Berat untuk di terima namun harus rela.....
Do'aku semoga kau bahagia bersama penggantiku....


Rindu menjadi dinding hati.....
Kau telah pergi.....
Kau bukan milikku lagi.....
Di hatiku, kau masih di sini.....
Rasa ini tak pernah pergi....
Walau kenyataan kau telah pergi........
Takkan ku hapus kau di hati....
Walau kisah antara kita telah berakhir....
Namun rasa ini tak berakhir disini.....
 

Ku teruskan kisah ini sendiri....
Karna kau tiada lagi di sisi.....
Sungguh cinta ini tak pernah mati........
Jika aku masih terbangun oleh pagi.......
Rasa ini takkan terhenti........
Ku simpan di hati hingga tak kulihat lagi matahari........
Hingga tak kuhirup lagi udara bumi....
 

Kau bukan segalanya.....
Namun kau pernah warnai hidupku.....
Tak kuhapus warna indah yang pernah kau beri........
Akan menghiasi hingga denyut nadiku berhenti.......
Memang perih mengingat semua ini........
Tapi besar rasa cinta padamu mampu obati....
Izinkan aku menyimpan rasa ini........
Walau tak mungkin lagi kau untuk kumiliki........
Karna, kau pasti sudah tak sendiri.......
Walau telah lama kau pergi.......
Tapi kau tetap di hati..........
Ku tak berharap kau kembali........
Biarlah dirimu tak di sisi........

''KAU ABADI DI HATI INI''.

Biar

Biar....
Biarkan semua berlalu........
Tak usah dikenang lagi.......
Anggap saja semua yang dulu tak pernah ada....
Tak perlu bilang ketulusan....
Karena semua itu tiada arti...

Biar...
Biarlah ku pergi dengan lukaku....
Tak usah kau rindukan lagi...
Ingat saja mereka yang ada bersamamu....
Ceriakan harimu....

Biar....
Biarkanlah mimpi yang dulu, hilang seiring tenggelamnya mentari senja...
Biarlah malam menyapu air mata ini...
Biar kesunyian temani jiwa yang sepi ini....

Biar...
Biarlah ku begini.....

Biar....
Biar....
Biarlah.......

Selamat Tinggal

Selamat tinggal kau yang dulu....
Lupakan tentangku....
Segala tentang kita yang penuh kesakitan....
Tapi biarlah cinta yang sakit dan pedih ini Ku bawa pulang pada ikrarku sendiri...
Pergilah, jangan pernah menoleh padaku...
Air mataku bisa ku hapus sendiri.....
Kakiku pun masih mampu menopang ringkih tubuhku....
Jika dulu, semua keyakinanku adalah semu....
Maka untuk masa laluku, (kamu)...
Biarkan sekali ini, ku jadikan sebagai ketiadaan…
Bukan sebab kebencian...
Tentu saja bukan itu….
Tapi ini, tentang rindu yang inginku ku tabahkan....
Dan tentang cinta yang ingin ku ikhlaskan…
Selamat tinggal....
Cukup kau sampaikan pada masa depan....
Bahwa dulu, masa lalu tentangku....
Hanya seling hidupmu....
Tak akan pernah bisa mengusikmu lagi....
Selamat tinggal....
Selamat melupakanku....
Selamat berbahagiaa.... :)

******

Bukan kebencian....
Bukan juga hendak menjadi musuh atau memutus silaturahim....
Tapi hati pada raga yang mencintaimu....
Akan hanya mudah dan terlalu rapuh....
Untuk lagi dan lagi patah pada harapan semu....
Maaf, untuk segalanya…
Mungkin akan lebih baik....
Jika kita tak disebut “masa lalu”....
Itu hal yang paling menyakitiku....
Iyaa, anggaplah kita (aku) sebagai ketiadaan....
Tak harus kau ingat.....
Atau kau pilah sebagai teman lagi....
Cukup menjadi sesuatu, yang benar-benar tak pernah ada.... :)
Tenanglah, takkan lagi ku toreh kata di tempat kau berada. Hanya untuk menjelaskan keberadaanku....
Tenanglah jua, aku tak akan lagi mencari perhatianmu, hanya untuk mengingatkanmu bahwa aku masih mencintaimu....
Jika dulu aku selalu berusaha mencintaimu sebaik mungkin.....
Maka kini biarkan itu tetap ku lakukan…..
Dengan pelan dan pasti menjadi ‘ketiadaanmu’... :’)
Selamat TINGGAL..
Doaku, semoga kita tak lagi pernah menjadi siapa-siapa....
Semoga kau segera meniadakanku, dan berbahagia selalu.. :’)

 

Karena Aku (tidak) Tampan

Pada hakikatnya semua lelaki itu diciptakan tampan, tak terkecuali aku . Namun sayangnya hal itu tak jarang ku ingkari, bahkan terkadang aku merutuki diri hanya karena orang lain tak pernah mengatakan aku tampan — bahkan yang mengaku mencintaiku.

Benar, dalam penglihatan indra manusia aku memang bukan lelaki tampan. Aku sempurna, aku utuh tak kurang satu apapun. Tapi sekali lagi, aku tidak tampan.

Sebenarnya aku tak ingin menjelaskan tentang rupa-ku, hanya saja aku sedang bertanya-tanya. Apakah benar cinta itu menuntut akan keindahan paras? Ketampanan? Sebab jika benar, itu akan lebih baik bagiku. Setidaknya aku sadar, mengapa seseorang akhirnya meninggalkanku.

Lama sekali, begitu lama aku menanam keyakinan di hatiku bahwa aku ini tidak begitu tampan, setidaknya itu yang ku saksikan ketika aku bercermin. Tapi Allah dengan begitu pengasihNya sering memberiku keajaiban-keajaiban yang luar biasa dari hal yang justru jarang aku syukuri. Tentang bagaimana memperlihatkanku siapa saja yang tulus mencintaiku, dan siapa saja yang bertahan berada di sisiku. Juga tentang pemahaman bahwa tampan itu tak hanya di rupa, tapi juga di sini — di hati.

Merasa tak tampan itu ku akui merampas satu sisi kebaikan dalam diriku — mempercayai. Iya perampasan itu, menggelapkan kepercayaanku, bahwa tak akan ada yang datang untuk mencintaiku lalu bertahan. Aku pun bahkan rapuh mempercayai prasangka baikku padaNYA tentang janji bernama jodoh. Dan jelaslah krisis kepercayaan diri dan sulitnya mempercayai menjadi bumerang yang titiknya kembali padaku, aku tak menemukan apapun kecuali kekecewaan.

Tapi dari semua itu ada rahasia kecil yang tidak pernah ku tahu jawabannya, tentang mereka yang mengaku menyukaiku setelah lama mengenalku — mereka sahabat pun kawanku.

Sayang, sekali lagi disayangkan karena ketika mereka mengatakan itu. Dengan sekali langkah ku tinggalkan mereka, karena maaf jika mereka sahabat maka akan tetap seperti itu, tak lebih — sombong sekali :/

Aku tipikal orang yang tidak akan memberikan harapan palsu sedikitpun kepada yang mencintaiku, jika aku tidak mencintainya. Tapi aku juga orang yang tahu diri, hingga ketika aku mencintai seseorang aku lebih terlihat lemah dan mudah mengalah. Jadi segala sikapku bukan semata karena tidak bersyukur ataupun bersikap sombong. Hanya saja aku tak ingin menyakiti diri sendiri apalagi orang lain.

Naif memang. Tapi tidak dipungkiri wanita banyak jatuh cinta bermula dari mata. Maka aku fikir kekhawatiranku beralasan. :)

Tampan hati itu harusnya harga mati kita. Ketampanan paras? Ia hanya kerelatifan, bukan kemutlakan!
Yang mutlak ada disini — Dihati...

MENCINTAI MU SESEDERHANA MENDO'AKAN MU

Bagaimana kabarmu kini...?
Baik tentu… :)
Sebaik kau terlepas dari ambisiku untuk memilikimu ...
Pasti hari-hari ketika dulu itu, begitu melelahkan...
Maafkan aku, bila semua itu bahkan tak bisa membuatku membaca pikiran dan meraba hatimu..
Jika saja aku mampu, tentu semuanya takkan serumit ini....
Tapi kini kau lega bukan..? Aku berharap begitu....
Mungkin aku tak bisa melakukan apapun untuk membayar semua detik yang kau habiskan hanya untuk memikirkan bagaimana melepaskan ikatanku....
Namun semampuku, aku mencoba merelakanmu walau harus melukai diriku sendiri dan meski ku memilih menjauh..
Maka maafkan, jika permintaanmu untuk menjadi sekedar sahabat tak bisa kupenuhi....
Itu akan merapuhkan kerinduanku dan mengusik hidupmu lagi....
Namun percayalah, seperti janjiku...
Jika cinta antara kita adalah kemustahilan, maka cukup diberiku nafas untuk tetap menulismu di doaku...
Maka cukuplah itu untukku..


***
Mencintaimu sesederhana mendoakanmu

MAAFKAN ATAS JANJI YANG PERNAH TERUCAP

Hari hari ku lewati tanpa dirimu...
Semenjak hari itu, masih jelas teringat dibenakku...
H+ 4 Lebaran, saat terakhir kita lalui hari bersama, meski mencuri waktu...
Sejak saat itu juga tak ada lagi kemesraan...

Aku sudah merasa, bahwa engkau akan kembali lagi kepadanya...
Aku tau, bukan keluarga yang menjadi alasan utama kita berpisah...
Tapi karena kau telah tenggelam jauh kedasar hati sang mantan kekasihmu yang dulu...
Aku tau itu, mengapa kau harus mendustakan keluargamu hanya untuk meninggalkanku..?

Tapi aku sangat bersyukur, Tuhan menjawab do'a2 ku...
Berarti dirimu bukan yang terbaik untukku, 
Terimakasih telah mau membuka topengmu yang selama ini kau tutupi...
Sesungguhnya aku telah tau, semua yang kau lakukan hanya sandiwara belaka....

Jujur, Aku memang sayang...
Tapi aku sadar akan diri ini, tak pantas dan sebanding denganmu...
Wajar kau lebih memilih dia, karena dia punya banyak kelebihan dariku...
Kau punya banyak kenangan bersamanya...
Aku hanya manusia biasa,..
Wajah      => Jelek..
Keluarga   => Berserakan..
Kehidupan  => Miskin..
Pendidikan => Standar
Kehormatan => Apa yg akan orang hormati dari aku yang hina ini...
Hmmm, yah... itulah aku seadanya..
Hidup dengan mimpi, 

Sekali lagi terima kasih telah mau berbagi cerita bersamaku...
Meski itu hanya sebatas bibir, bukan hati..
Aku bahagia saat bersamamu..
Walau hanya sesaat..
Terima kasih juga telah menghancurkan harapan keluargaku...

Aku takkan dendam, biarkan saja semua berlalu..
Sikapku yang akhir2 ini seperti orang tak kenal, memang caraku agar tak larut dalam pesakitan hati ini..
Aku tak ingin berlama lama terdiam disini..
Hidupku harus terus berlanjut..
Masih banyak mimpi yang ingin ku gapai..

Biarlah semua kenangan ini kusimpan dalam lubuk hatiku..
Aku ikhlas menerima semua ini..
Saat bersamamu adalah saat terindah yang pernah kulalui..

Hmmm, Semoga kau bahagia disana..
Bersama insan pilihan hatimu..
Biarlah ku pergi bersama lukaku..
Tak usah hiraukan diriku..
Aku telah terbiasa ditinggal pergi..
Sejak kecil aku telah ditinggal orang yang paling kusayang..
Kini aku harus sanggup kehilangan orang yang baru kucintai..

Maafkan atas janji yang pernah terucap..
Maafkan atas kata yang pernah menyakiti..
Maafkan jika aku berdosa padamu..
 

TERIMAKASIH ATAS SEMUA LUKA INI

Tanyaku pada Sang Maha Kuasa...
Apa mata ini kau setting sedemikian rupa...
Ku hanya bisa terpesona olehnya...
Seorang wanita yang sungguh ayu bak boneka...

Aku tak memandangi tubuhnya...
Tak serta merta aku nafsu melihatnya...
Aku juga tak pandangi dadanya...
Yang kata orang buah neraka...
Yang kulihat hanyalah hatinya...
 
Tanyaku pula padaNya...
Apa aku harus terus seperti ini adanya...
Menahan suka, rasa dan cinta...
Perlahan rapuh, murung dan kecewa...

Aku seolah binasa...

Rohku seperti tiada rasa...
Ragaku selalu sama tak merasa istimewa...
Hanya otakku yang selalu bekerja...

Jari-jari ini lelah elukan cinta...
Tak semenitpun kurasa hadirnya...

Tapi pilunya kurasa bersarang dan lama...
Getirnya menelan ceria dan rasa sukacita...

Bekas luka yang kuterima...
Takkan sirna walau sering ku menepisnya...
Semakin hari semakin menggema...
Berpantulan ditebing tebing jiwa...

Selangkah demi selangkah...
Lambat sekali aku menapakinya...
Seolah aku tak lagi bercita-cita...
Yang dulu begitu kudamba akhirnya...

Kini berbuah luka yang pedih...

Sering kulihat kau begitu mempesona...
Membuai dua insan yang berbeda...
Terbangkan manusia cantik dan perkasa...
Saling terkait erat diatas laju dua roda...

Terima kasih kau beri semua duka...
Kuyakin kubisa menikmatinya...
Bagaimana aku tahu akan bahagia...
Jika aku tak bisa mengenali luka...

Terimakasih untukmu ku ucapkan dari hati...
Atas segala luka yang tertancap didada ini...

Allahu Akbar ..

Layunya Sebuah Harapan

Tahukah kamu...?
Aku pernah menyempatkan kamu untuk menempati hatiku
Menjadikan hatiku tempat terakhirmu
Dan aku tak ingin mengisinya dengan yang lain
Karena aku serius sungguh menginginkan dirimu tinggal disitu
Untuk kau warnai, menjadikannya terang
Memberikan ribuan bunga
Selalu disetiap pagi dan hari-hari yang indah
Menjadikan hatiku begitu berwarna dan nyaman disisimu
Aku tak ingin itu semua kan berlalu


Dan disaat kamu lelah
Lelah menanamkn memori indah bersama ku
Kau coba menggores sedikit
Aku belum sempat terluka
Karena cintaku, begitu kuat menahan goresan itu
Aku masih bisa terseyum untukmu
Dan memaafkan goresan itu


Namun hati mu berkata lain
Kau begitu bosan akan semuanya
Kau inginkan rumah yang baru
Hingga kamu tancapkan luka yang begitu mendalam


Goresan yang memudar namun terluka
Oleh tancapan duri-duri bunga yang telah kau berikan
Sungguh sia-sia akan semuanya
Meratapi kesedihan akan layunya semua harapan
Yang ingin jadikan dirimu tempat terkhir dalam hati ini

Harapan Terakhir

Ku hanya bisa melihat tanganku sendiri,
Menengadah ke langit-langit sempit,
Tenggelam di samudera air jendela hati,
Coba bersukur disaat bahagia berubah sakit,

Kesekian kali basahi kalam Ilahi,
Puluhan ini merasa pecah dan sendiri,
Kutemui lagi kau dunia yang sepi,
Dalam gemuruhnya jiwa akan mimpi,


Bila inilah hari,
Dimana aku tak pernah lagi bernyanyi,
Kaki langit mimpi kehilangan pelangi,
Sesak tak lagi bersembunyi,

Bila inilah hari,
Saat ku jatuh dan tak bangun lagi,
Terlempar hingga ujung galaksi,
Merintih sendiri di padang karunia ilahi,
Pasti terbengkalai menunggu mati,

Aku pasrah bila inilah hari,
Ku hanya mampu berharap pada Ilahi,
Hanya bisa mendoakanmu,
Bahagia seperti saat kau kucintai.

 

PASRAH, AKU PASRAH

Terukir jelas kegelisahan dibalik wajah bisumu !
Sanggupkah aku menahan segala Tanya ?
Tanya tentang rasa yg gulana ..
Bisakah aku berdusta pada semua?
Untuk menutup semuanya ..
Sanggupkah aku bertahan ., ?
Disaat badai jiwa mulai menghadang ..

Apakah itu arti menanti ?
Menanti yang tak pasti . . .


Bisakah semuanya menjadi seperti yg dulu
Seperti cinta yg ku garap
Berbulan2 bersama dirimu .

Mengapa warnanya memudar ..
Tak secerah pada awalnya !!
Tak selembut kain yg kau pilih . !!
Mengapa semuanya merenggang ?
Mengapa semuanya menjadi kasar ?

Apakah ini akhir .. ?
Apakah ini kesan serta pesan yang kau beri .
Apakah harus ku beri tanda Tanya besar …… ??

Dengarkan ucapku . .
Aku mencintamu , aku menyayangmu , aku merindumu..
Bisakah kau seperti diriku .

Sejuta belati menyayati tubuhku .
Berebut tempat termanis menghisap darah2 cintaku

Meski kau terdiam membisu .
Aku harus tau karena aku milikmu . ?
Tak semestinya kau menutup rapat semuanya

Tanpa ku ketahui, dibelakang hasrat ini ..
Kau hampir berpaling pergi …… (!)
Berusaha tersenyum meski hati ini menangis...
Berusaha tegar meski raga ini rapuh ...

Kuhadapi detik2 ini ..
Menit2 ini …
Hari2 ini
Tanpa semangat darimu >.
Seberkas bayangmu pun
Sempat berpaling dari fikirku .
Ragamu menjelma bagain hantu ..
Tak bisa ku kenali lagi ..
Ragamu , sukmamu

Melayang oh.. melayang

Entah kemana ?
Kugerakan langkah ini ..
Kan kucari sampai kudapati ..
Tersenyum lah kau dapati sukma yang baru .
Sukma yg jauh dari inginku .
Ragamu dekat denganku .
Tetapi ….
Sukmamu jauh menghabur jalanku ..

Langit2 penyesalan runtuh mencium tanahku ?
Sebenarnya aku tak mengerti mengapa
Kesialan itu berpihak pda diriku …..
Keaadaanku yg semakin hari semakin memarah .
Adakah yang perduli ???
Adakah yang menjagaku ???
Adakah yang memberi ku semangat untuk sembuh ???
TIDAK ..
Semuanya acuh tak acuh …
Semuanya menjauh
Disaat semestinya aku ingin mendekat..

Terhanyut aku terhanyut ……… ?
Dalam mimpimu dalam janjimu ,..
Kemana perginya anak panah ??
Tak pernah kulihat .. !!
Bagaimana dengan langkah ku .. ?
Apakah aku berjalan pada jalan yg benar ?
Apakah aku hanya terbawa kebohongan ..,
Banyak sudah yg terjadi,
Banyak sudah cerita ..
Yang kita ukir bersama di dinding rasa ini .
Telah ku pahat dan ku bingkai kuat /.
Mengapa semuanya goyah
Adakah lain nama ?
Adakah cinta baru dihatimu ..
Pasrah aku pasrah....

Hati Ramuak Bathin Manangih

Seso bana sarupo iko...
Dulu kasiah tajalin arek...
Bajanji sampai kapalaminan...
Ba agiah denai angin sarugo...
Baumbuak denai jo janji janji...
Kironyo duto nan adiak samai....

Indak tatangguang ibonyo hati...
Mudahnyo adiak lupokan janji...
Padiaahh......
Yo sabana padiah....
Indak tau kama ka denai suruakkan hati nan ibo...

Apo salahnyo diri nanko...
Mangko coitu nan adiak bari...
Indak koh adiak tau, dalamnyo cinto dihati denai...
Tapi, kalau memang itu nan adiak nio...
Denaipun indak ka mamaso untuak iduik basamo denai...

Tarimokasih untuak angin sajuak nan panah adiak barikan....
Bialah luko den tangguang surang....
Bialah denai pai mambao hati nan luko...

Harapan Tak Bertepi


Terhalang Oleh Martabat

Kini cinta kita berakhir sudah...
Karena derajat kita yang berbeda...
Engkau terlahir dari keluarga yang serba ada...
Sementara aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana...

Walau sebesar apapun cintaku terhadapmu...
Takkan mampu menghilangkan rasa malumu terhadap mereka yang ada sekitarmu, yang selalu memandang rendah diriku..
Aku mengerti kondisimu...
Aku takkan memaksa hatimu...

Biarlah kusimpan sendiri semua rasa ini...
Kan ku pagar dan kuhiasi dalam hati ini dan ku jadikan sebagai kenangan terindah dalam hidupku...
Terimakasih atas waktu yang pernah kau luangkan untukku...
Jujur, aku bahagia saat bersamamu....

Semoga ini yang terbaik untuk dirimu...
Dan semoga engkau temukan Se2orang yang mereka anggap pantas untuk kau dampingi...
Ku do'akan semoga kau bahagia....
Sementara biar aku yang tersiksa oleh rasa yang tak pernah mati....

Semua Salah Ku

Salahku yang tak punya apa apa..
Salahku yang hidup di keluarga tak mampu...
Salahku yang bukan siapa siapa...
Salahku yang punya masa depan tak pasti...

Mungkin ini sudah takdirku...
Aku yang tak bisa membahagiakanmu...
Terdiam dalam asaku...
Yang hanya bisa mencintai dan menyayangimu...

Wajar orang tua mu tak menginginkan ku...
Mereka ingin dirimu bahagia..
Mereka ingin dirimu bersamanya...
Rela ku pergi tinggalkan semua ini, walau sangat perih...

namun cintaku takkan pernah pupus untukmu..
Maafkan aku yang telah berani mencintai serta menyusup kerelung hatimu...
Dan Maaf, mungkin ku takkan pernah bisa berhenti berharap tuk memilikimu...

Janji Tinggal Janji

CINTA sebuah lambang sejati
dalam kehidupan manusia...
Meski cinta hanyalah sebuah nama
seperti kisah dalam hidupku...

Ku tau aku kalah dalam Cinta ini...
Mengalah demi kedua orang tuamu...
Merelakan semua masaku...
Demi satu bahagia dalam hatimu...

Janji hanya tinggal janji...
Kisah hanya tingal kenangan...
Kubiarkan smuanya berlalu...
Meski rasa ini takkan pernah mati...


CERITA BERSAMAMU

Disini aku bersamamu...
Lalui hari ukir cerita…
Ku coba mengerti kesedihan...
Ku coba berbagi kebahagiaan...
Jadikan derita pengikat rasa...
Jadikan ceria pelipur lara…
Tumbuhkan kepercayaan diri..
Bahwa aku milikmu..
Dan takkan pernah pergi.
Mencintaimu dalam kesetiaan..
Menghormati dengan kasih sayang..
Dan menyayangi dengan pengertian...
Karna kita tau…
Rasa kasih sesungguhnya adalah..
Derita yang bisa dimengerti…

TIRAI ASA


Wahai malam....
Jangan kau redupkan sinar dihatinya...

Tuk slalu menjadi cahaya cinta dihatiku...

Ungkap segala gundah dan resah dalam jiwa...

Mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara....


Wahai sepi....

Jangan kau sembunyikan cintanya dariku....

Karna yang kuharap besar sayangnya kepadaku....

Bangunkan rindu yang resah dalam kalbu....

Usik lamunan di gelap asa yang tak mengaku....


Wahai dingin....

Jangan kau bekukan kerinduan di antara kami....

Karna dia slalu hadir dalam mimpi-mimpi....

Getarkan dawai-dawai cinta dalam hati....

Nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi....


Wahai kekasih . . .

Berikan aku setangkai kelembutan jiwa.....

Tuk mampu ungkap tirai-tirai asa tersisa....

Sampaikan ungkap jiwa dalam relung-relung rindu....

Kepadamu……….
Wahai kekasih rinduku . . ...

SAYA PASTI BISA

Assalamualaikm, Wr. Wb..

Salam sejahtera buat para pembaca yang budiman....
Sekilas tentang diri saya...

Saya terlahir dari keluarga yang berlatar belakang kurang mampu. Sehingga saya dituntut untuk hidup mandiri. Tahun 1995 Ibu saya meninggal, waktu itu saya berusia sekitar 6 tahun...

Semenjak waktu itu, saya tinggal bersama nenek dan kakek saya sampai saya tamat SMP, sedangkan ayah saya pergi merantau ke provinsi lain. Selama menduduki bangku Sekolah Dasar, saya selalu juara kelas, sehingga banyak yang sayang sama saya. Padahal selama masa sekolah, saya tidak pernah belajar dirumah sama sekali, saya hanya memperhatikan pelajaran waktu guru menerangkan. Boleh dibilang saya ini anak yang pemalas, malas mandi, malas makan, malas ngapa2in, pengennya bermain terus. Dan prestasi yang paling membanggakan bagi saya adalah saat menerima nilai UN tamat SMP. Nilai UN Matematika saya 9.0, dan itu adalah nilai murni tanpa contekan. Kalo nilai yang lain murni juga sech, tapi ada sedikit bocoran, hehehehehe.....

Setelah tamat SMP saya pergi ketempat ayah saya merantau, dan minta sama dia untuk didaftarkan masuk sekolah menengah atas. Sesuai permintaan saya, hanya selama 1 semester saja saya tinggal dengan beliau. Usai terima rapor semester pertama, dan memasuki semester ke dua, saya pergi dari rumah dan tinggal ditempat kawan satu kampung sambil bekerja paruh waktu disitu. Sampai saya selesai sekolah. Selama SMA begitu banyak fitnah dan gosip yang ditimpakan pada saya, mungkin mereka menilai dari kawan2 saya, memang sih, kawan2 saya semua udah dewasa2 dan mereka semua suka mabuk2an, pake narkoba dan sebagainya, tetapi saya masih mampu mempertahanan sikap saya untuk tidak terjerumus kedalam kehidupan mereka, da Alhamdulillah saya mampu melewati itu semua...
Setelah tamat sekolah, saya dapat pekerjaan di station radio pemda setempat karena saya dekat dan suka gabung diradio tersebut sebelumnya. karena dah sering main kestudio, maka saya ditawarin untuk bekerja disana untuk mengisi acara malam dalam edisi khusus Puisi..
Hanya bertahan 6 bulan saja, setelah itu saya ikut bersama abang sepupu kekota tetangga, dan mengeluti pekerjaan dibidang design interior...

Menjelang saya tamat SMA pernah ditawari untuk bekerja pada sebuah perusahaan office printing, tapi saya masih berpikiran untuk bebas, dan nggak mau kerja terikat seperti itu. dan setiap lebaran saya pulang kampung, dan selalu ditawarkan lagi kesempatan untuk bekerja diperusahaan yang sama, tapi saya masih menolak. Heeheheheh ( sok jual mahal, padahal kerja sebelumnya gx dapat apa2 juga)
Pada Satu waktu, saya masih ingat jelas saat itu 11 maret 2011, kembali saya ditantang untuk menggeluti usaha yang sama yaitu office printing, dan mereka memberi saya waktu 4 hari untuk berfikir. belum sampai 4 hari, 2 hari kemudian dia menghubungi saya via telfon, dan mendesak saya untuk membuat keputusan. akhirnya saya iku bersama mereka. 6 bulan lamanya saya dipandu diperusahaan tersebut, sebelum saya bisa mengusai bidang yang saya geluti.....
Tapi sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa mengusai semua bidang, dan saya diberi jabatan Manager diperusaan ini kemudian untuk masalah money, kami sudah sepakat untuk bagi hasil 60:40 dari keutungan murni perusahaan. pengalaman pertama tahun 2012 dan mampu menggaet keuntungan 100jt dan diberikan pada saya 35jt.. dan Perusahaan yang sebelumnya bernama CV. DCOMP GROUP, sekarang saya Beri tambahan yaitu  (CV. DCOMP GROUP INDONESIA). karena proyek yang saya kelola sudah merambat sampai luar provinsi...
Hufttt capek ngetiknya nich sob...
istirahat dulu ah...
Oy, Please coment ya, masukannya juga,....
Couse saya mash awam didunia blogger nich.....
Akhir Kalam, Wassalamualiakum Wr. Wb...