KEPADA HATIMU, RUMAH TERHANGAT

Karena hati itu tidak selalu tetap...
Sedari waktu ku jumpai hatimu yang serupa rumah hangat...
Tak pernah lagi ada kutemui hati yang serumah hatimu...
Gemerlap kemewahan dari istana mungkin melenakan mata...
Tetapi hati yang telah ber-rumah biar ditawar seribu istana, baginya ketenangan telah di letak pada hangatnya rumah..

Hati bisa berubah...
Tapi tidak, untuk hati yang tulus...
Itulah mengapa cinta selalu mengalir bersama dengan air mata...
Aku pun...

Aku, meski tak bisa kau percayai...
Hatiku tak cukup bisa menyakinkanmu..
Aku masih tetap menunggumu...
Mencintaimu, mungkin aku tak sebaik seseorang yang pernah mencintaimu...
Mungkin hatiku juga tidak bisa menjadikan rumahmu yang hangat...
Sehingga aku pernah mencoba abaikan rinduku...
Tahu-tahu basah air mata mendahului rasa sakit merindumu...

Mungkin aku tak begitu baik mecintamu...
Tapi hatiku akan selalu jadi rumah untukmu...
Di kapanpun, hingga lelahmu....
 
 

BERBAGI RINDU

Karena seperti inilah semestinya....
Indahnya jatuh cinta selalu saja memintamu...
Mendekap perihnya rindu menanti....


Maka seperti demam yang ingin kau sembuhkan....
Hatimu akan mencari banyak cara untuk mengobatinya....


Dan aku, selain sesering waktu menyelipnya dalam doa-doaku...
Sering pula aku mencari peruntungan2 di tiap sapaku....
Barangkali setidaknya di hari itu, rindu akan merentangkan dekapnya... :’)


Beginilah...
Rindu kerap kali begitu mahir mengganti segala keletihan siangku...
Membuat malam-malamku terjaga.....
Entah menunggumu, entah menulismu.... ~ ♡


***
Selamat istirahat...
Semoga nyenyak tidurmu, lelap letihmu....
Esok terbangun dengan bahagia yang tak berhingga...
Aamii... ;)